Tujuh belas Agustus tahun empat lima
itulah hari kemerdekaan kita
hari merdeka, nusa dan bangsa
hari lahirnya bangsa INDONESIA
MERDEKA ............sekali MERDEKA tetap MERDEKA
sepanjang hayat masih dikandung badan
kita tetap setia tetap sedia
membela negara kita
kita tetap setia tetap sedia
mempertahankan Indonesia
Minggu, 10 Agustus 2008
Jumat, 25 Juli 2008
Pemikiran 5
Rabu, 23 Juli 2008
PEMIKIRAN 4
Ada sejarah baru di Amerika, calon pemimpinnya seorang yang berasal dari dolongan minoritas di sana, Afro amerika. Tetapi seperti Afrika Selatan, agaknya Amerika mulai berubah untuk mau menerima Obama menjadi pemimpin, seperti motto sang calon pemimpin " We can change", orang muda, minoritas tapi berfikir maju dan berani, Bagaimana Indonesia?, saatnya brubah!!!
Senin, 21 Juli 2008
pemikiran 3
Sudah banyak kejahatan diungkapkan?, apakah kita mau menjadi bagian yang diungkap atau bagian yang mengugkap atau kita menjadi bagian yang mendorong orang untuk berbuat baik dan benar? agar bangsa kita maju dan mampu membangun negara ini dengan cara benar serta terhormat. Marilah kita menyadari membangun bukan hanya fisik saja tetapi lebih jauh lagi membangun seutuhnya baik fisik maupun non fisik agar kita bisa dibanggakan anak cucu kita karena kita meninggalkan warisan yang benar.
Minggu, 20 Juli 2008
Pemikiran 2
Saat ini saya berfikir, bahwa kejahatan dan kebaikan berjalan beriringan, seperti rel kereta api, sebagai contoh , sebagai umat beragama kita patuh menjalankan kewajiban kita agar kita dapat masuk surga, pada saat yang bersamaan sebagai manusia kita juga menjalankan praktek-praktek yang menyalahi aturan seperti korupsi, pungli, perbuatan maksiat, yang mana kita menyadari bahwa hal tersebut tidak akan mebawa kita pada jalan ke surga seperti saat kita berdoa dengan khusyu kepada Tuhan kita. Maka di Indonesia ketidakbenaran tumbuh subur, karena mayoritas manusianya pada semua golongan berjalan pada dua rel yang berdampingan, baik dan buruk. Kalau anda tidak percaya dengan pendapat saya ini, berkacalah dan tengoklah diri anda sendiri melalui hati yang murni, maka pastilah ada kebusukan yang kita lakukan demi "style", kedudukan, pengaruh, dsbnya. Marilah kita menyadari bahwa kebusukan kita tidak hanya berpengaruh pada diri kita sendiri dihadapan Tuhan, tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan dan orang sekitar kita.
Kamis, 17 Juli 2008
PEMIKIRAN
Melihat perkembangan perjalanan orang Indonesia untuk menjadi pemimpin nasional maupun daerah, tentunya kita perlu merenungkan kembali, sebenarnya untuk siapa dan untuk apa kita memimpin? apakah masyarakat atau diri kita sendiri.
Hari ini saya membaca berita tentang Mantan Presiden Afsel, Mandela yang dijadikan ikon dalam kepemimpinannya, dimana ia dengan sangat susah payah mendapatkan kebebasan bagi warga kulit hitam yang ditekan oleh penguasa Apartheid, sampai ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin Afsel, Dari beratnya perjuangannya maka "wajar" bila ia mendapat "porsi" lebih dalam kesempatan menjadi pemimpin, tapi apa kenyataannya, ia dengan segala kerelaan dan kerendahan hati tapi tetap memiliki visi jauh kedepan, hanya mau jadi presiden sekali saja, selanjutnya kepemimpinan diserahkan kepada orng lain yang memiliki visi modern untuk memajukan ekonomi, Salut Pak Mandela!
Sebaiknya kita sebagai bangsa yang katanya berbudaya lebih memiliki hati nurani, baik sebagai calon pemimpin maupun sebagai pendukung calon pemimpin, sehingga kehadiran pemimpin membawa suasana yang damai, bukan "chaos". Demikian pemikiran hari ini!!!!!
Hari ini saya membaca berita tentang Mantan Presiden Afsel, Mandela yang dijadikan ikon dalam kepemimpinannya, dimana ia dengan sangat susah payah mendapatkan kebebasan bagi warga kulit hitam yang ditekan oleh penguasa Apartheid, sampai ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin Afsel, Dari beratnya perjuangannya maka "wajar" bila ia mendapat "porsi" lebih dalam kesempatan menjadi pemimpin, tapi apa kenyataannya, ia dengan segala kerelaan dan kerendahan hati tapi tetap memiliki visi jauh kedepan, hanya mau jadi presiden sekali saja, selanjutnya kepemimpinan diserahkan kepada orng lain yang memiliki visi modern untuk memajukan ekonomi, Salut Pak Mandela!
Sebaiknya kita sebagai bangsa yang katanya berbudaya lebih memiliki hati nurani, baik sebagai calon pemimpin maupun sebagai pendukung calon pemimpin, sehingga kehadiran pemimpin membawa suasana yang damai, bukan "chaos". Demikian pemikiran hari ini!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
