Rabu, 06 Januari 2010

WELCOME

SELAMAT DATANG TAHUN 2010, SEMOGGA ALLAH SWT, MELINDUNGI KITA! AMIN

Sabtu, 10 Oktober 2009

DOWN LOAD YOUTUBE

Utk down load yg mudah gunakan You tube downloader dan frees ALF

Sabtu, 26 September 2009

Cara Download YouTube lewat Firefox :
1. Setelah menjalankan video hingga selesai, sekarang yang perlu anda ketahui adalah lokasi cachenya.
2. Ketik about:cache?device=disk pada browser

3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut.
Contoh : lokasi cache saya adalah D:\FF\Data\profile\cache

Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan

4. Setalah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan tambahi .flv.
Contoh : nama file cache saya adalah 2F4A5212d01, agar dapat saya putar saya rename menjadi 2F4A5212d01.flv


5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.



Cara Download YouTube lewat Opera :


1. Setelah menjalankan video hingga selesai lewat Opera, anda perlu mencari tau lokasi cachenya.


2. Ketik opera:config#UserPrefs|CacheDirectory4 pada browser


3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut.

Contoh : lokasi cache saya adalah C:\Documents and Settings\rosyidi\Application Data\Opera\Opera 9\profile\cache4\


Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan


4. Setelah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan ubah tmp dengan flv. Contoh : nama file cache saya adalah opr0000Y.tmp, agar dapat saya putar saya rename menjadi opr0000Y.flv

5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.

DOA AYAH


Tuhan jadikanlah anakku,
seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
Berani menghadapi dikala takut yang bangga dan tidak tunduk pada kekalahan yang tulus serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Oh Tuhan jadikanlah anakku,
seorang yang tahu akan adanya Engkau
& mengerti dirinya sebagai dasar segala pengetahuan

Ya Tuhanku, bimbinglah ia
bukan dijalan yang gampang dan mudah tapi dijalan yang penuh desakan, tantangan dan kesukaran
ajarilah ia agar sanggup berdiri teguh ditengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil

Ya Tuhanku, jadikanlah anakkku
seorang yang berhati suci, bercita-cita luhur sanggup memerintah dirinya, sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu


Sesudah semua membentuk dirinya

aku mohon ya Tuhan
rahmatilah ia denga rasa humor sehingga serius tak berkepanjangan berilah kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran

Ini semua ya Tuhan dari kekuatan dan keagungan Mu
jika sudah demikian ya Tuhanku
beranilah aku berkata tak sia-sia aku hidup sebagai Bapaknya By,


Douglas Mac Arthur

Jumat, 25 September 2009

anakku, tepat pada tgl 15 September 2009, pukul 12.35 Wib, ananda lahir kedunia dengan berat 2,9 kg, panajang 50 cm, serta tangisan yang keras, seolah berteriak AKU DATANG!!!!!Ananda mempunyai nama CALISTA ERAL MAKAVIA RAMDHANI, artinya Putri yang cantik saat Ramadhan seindah "eral makavia". Semoga anakku mengerti akan adanya Engkau Ya Allah, mengenal dirinya, mengenal kelemahannya, mengenal kekuatanya, menyayangi sesama, tahan akan semua godaan dan kesulitan sehingga mampu bangkit menjadi manusia berguna bagi keluarga, bangsa dan agamanya. amien

Selasa, 01 September 2009

kisahku

“BLINK”

Ini kisah yang telah lama berlalu, hanya saja, cerita ini banyak memberikan pelajaran bagiku. Selain itu cerita ini dibuat atas “pesanan” temanku di faperta 87 upn Jogja.

Kejadian ini saat bulan Juli 2007, ketika aku sedang mengikuti pendidikan tertinggi Angkatan Darat, alias Seskoad (Dikreg XLV). Sudah biasanya aku pergi berlibur sabtu minggu ke Semarang untuk melihat orang-orang yang kukasihi, anak dan istriku. Walaupun capek, belajar, belajar dan belajar, tapi tak kurasakan, Pokoknya pulang!!!!

Entah mengapa, sejak hari Rabu, aku nerasa ragu untuk pulang ke semarang, sempat aku sms istriku, bahwa perlukah aku pulang?, Memang istriku sudah mengingatkan aku, kalau capek tidak perlu dipaksakan, tapi entah kenapa aku juga tetap ingin pulang, sama kuatnya perasaan ingin pulang dan ragu-ragu untuk pulang. Padahal sampai duduk didepan kemudipun, aku belum mantap hati, tapi karena aku pulang bertiga dengan teman2ku tak kurasakan keraguan itu.

Sampai pukul 23.00 malam tak ada kekuatiran apapun, semua lancar2 saja, temanku satu persatu turun di Cirebon dan Pemalang, bahkan kami sempat makan makan dua kali dalam perjalanan, jadi cukup “freshlah”. Oya terakhir kami makan “nasi grombyang” di Pemalang, lalu kulanjutkan perjalananku sendirian. Itu masalahnya, terlalu banyak makan, kabin be ac dan suara music, kurang bagus untuk tugas menyupir seorang diri. Aku dalam keadaan mengantuk memang!, tetapi aku sudah melihat bahwa ada plang bertuliskan pompa bensin 200m, rencananya aku mau istirahat disana, ternyata Gedubrakhh, mobilku sudah tubrukan dengan truk fuso, awalnya memang aku melihat ada truk didepanku, karena kendaraan itu tidak menggunakan lampu besar, maka aku mengira truk itu searah jalan dengan ku, maklum truk fuso khan ga pake “moncong”, eeh ternyata truknya berlawanan arah, jadi hanya sempat bilang Allahuakbar, tanpa ku rem mobil langsong nyosor si truk tadi itu, walah pastilah yang hancur mobilku.

Aku sadar sepenuhnya pada saat tabrakan dan sesudahnya, Cuma ya agak lambat berfikir jadinya, maklum kepalaku terbentur stir, untungnya aku menggunakan safety belt, jadi badanku tertahan di tepat duduk, Sesaat hening, kulihat sekelilingku semua hancur berantakan, kulihat orang2 mendekat sambil bilang “jek urip opo mati yo”, lalu kuraba badan dan kakiku, tak ada yan patah, hanya setiap bernapas, darah menyembur dari hidungku, selanjutnya kubuka pintu dari dalam, eeh tak bisa, lalu kubuka dari luar jendela, setelah terbuka dan aku keluar mobil, orang – orang pun belum berani mendekat, lalu kubuka pintu belakang, untuk mengambil laptopku, maklumlah semua PRku dan tugas-tugas sekolahku ada disitu, supir truk yang kutabrak ternyata pinsan setelah melihat kondisiku, tapi tak kuhiraukan, karena aku ingin segera ke rumah sakit, jadi aku minta becak mengantarku, mobil kutinggalkan begitu saja. Aku dibawa ke Puskesmas dengan jarak lk 100 meter, dari tempat tabrakanku, becak kubayar Rp. 10.000, lalu aku masuk ke Puskesmas, laptop ku titipkan kepada polisi lalulintas yang ternyata sudah mengikuti aku, setelah rebahan, aku sms istriku bahwa aku kecelakaan, awalnya istriku tak percaya, lalu aku ditelpon, setelah kujelaskan barulah muncul kekhawatiran, hal sama yang terbayang pertama kali saat suasana hening dikendaraan tadi, aku terpikir, bila aku mati bagaimanalah keluargaku?. Tapi ku tegaskan bahwa aku tidak apa2, lalu aku sms Dankorsis dan kedua temanku, serta kusampaikan kepada pak Lantas bahwa aku siswa Seskoad, mohon dibantu. Tak kusangka Kasdim dan Wakapolresnya semua liftingku, jadi amanlah aku dari kesibukan birokrasi kecelakaan.

Lho koq lama sekali bapak perawat itu menjahit mukaku, ternyata ada 40 jahitan luar dan dalam di daguku, tapi semua tak terasa, karena muka ku terasa kebal. Setelah itu aku dipindahkan ke Rumkit Santa Maria Pemalang, barulah terasa ngilu seluruh tubuhku, semua lebam-lebam, karena tidak ada dokter maka aku dhanya diobati seadanya, kemudian istriku, anak dan mertuaku serta iparku datang menjengukku, kemudian temanku Mayor arh Benny suryana dan Mayor Inf windiatno, mereka semua membantu semua keperluanku. Anak istri dan mertuaku menangis melihat keadaanku, karena sampai esok hari tidak ada dokter, maka aku minta dirujuk ke RST Dustira di cimahi, agar dekat dengan Seskoad. Esoknya aku dan istriku naik ambulan ke cimahi, ampun dech badanku pegel semua, karena ambulan berjalan kencang. Oya mantan Dandimku Letkol Inf didied pramudito, yang kebetulan lewat pemalang, banyak membantu menegosiasikan keadaanku dengan pemilik truk, sehingga semua dapat meringankan bebanku, Terima kasih semua.

Setelah tiba di RST, cukup dua hari opname, aku minta pulang, agar dapat mengikuti peljaran lagi di Seskoad, aku tak mau kehilangan seskoad, karena berlama-lama di RST, walaupun keadaanku amat buruk aku tetap masuk kuliah. Mau tau rasanya ga ue…..nak, berkat dorongan istri yang setia menungguku selama aku sakit di Seskoad, serta teman-temanku dan para dosen aku bisa segera sembuh dan menyelesaikan sekolahku tepat waktu, bersama teman-temanku.

Mengapa judulnya “Blink”, setelah aku berada di Seskoad kembali, aku meminjam buku tetangga kamarku, Mayor czi willem diaz, Buku berbahsa inggris dengan judul “Blink”. Setelah aku baca isinya, baru aku merasa bahwa isi buku itu sama dengan yang kualami, bahwa, setiap orang akan memiliki rasa dibawah alam sadarnya (naluri) untuk melakukan sesuatu atau tak melakukan sesuatu, bila ada keraguan jangan diteruskan, tetapi yang kulakukan bahwa sudah ada penolakan dari diriku untuk tidak pulang ke rumah, namun kulawan dengan tindakan sebaliknya, akhirnya musibah datang kepadaku, jadi naluri kita, perlu kita asah dan kita ikuti apa yang diinginkannya, setelah aku berbincang dengan seorang agamawan, ia mengatakan memang kecelakaan tidak dapat dihindari bila ia suatu takdir, namun bila kita ikuti kata hati, maka kecelakaan tetpa akan terjadi namun dengan kualitas yang lebih ringan. Hal itu akan selalu ku ingat!!!!!

Sabtu, 15 Agustus 2009

KISAH SEJATI

SAAT GEMPA MELANDA KOTAKU – NABIRE!

(Kisah sejati, Majalah Dharma Pertiwi Edisi 79, Desember 2006)

Tanggal 26 November 2004, tepat sebulan sebelum Tsunami melanda Bumi Serambi Mekah, NAD Kabupaten Nabire yang terletak di ujung Timur Indonesia, tepatnya di Pulau Papua dilanda gempa tektonik yang kedua dengan kekuatan 8,1 SR dengan pusat gempa berada di darat pada jarak 17 Km di selatan kota Nabire.

Sebenarnya gempa pertama Nabire terjadi pada tanggal 6 Februari 2004, saat gempa pertama terjadi kami masih berada di Pulau Biak. Seminggu kemudian suami saya Mayor Art Hari Arif Wibowo mendapat Sprinlak untuk menjadi Kasdim 1705/PN dan langsung berangkat ke Nabire dengan membawa bantuan Korem 173/PVB. Sebagai istri prajurit saya sadar akan resiko itu, karena gempa susulan yang sama besarnya dengan gempa awal masih terus berlangsung di Nabire. Selang waktu 4 hari kemudian saya dan anak-anak menyusul pindah ke Nabire, yang kami tempuh dalam 1 malam perjalanan dengan kapal laut. Ada perasaan takut dalam diri kami mengingat gempa yang terus berlangsung, tetapi karena rasa tanggung jawab kepada tugas serta untuk mententramkan hati anak-anak maka saya dan suami mencoba untuk lebih tenang di depan mereka. Kami sudah memasrahkan diri pada Yang Maha Kuasa.

Namun dini hari tanggal 26 November 2004, pukul 03.55 Wit, terjadi kembali gempa yang lumayan kuat, sehingga kami semua terjaga dari tidur lelap, beberapa saat kemudian keadaan normal kembali. Kesesokan paginya anak-anak berangkat ke sekolah seperti biasa, sedangkan kami anggota Persit melaksanakan senam untuk menyambut hari ibu. Sekitar pukul 10.30 Wit, ibu Ketua Cabang XX Dim 1705, Ny. Didied Pramudito dan beberapa pengurus lain juga termasuk saya sendiri, pergi berbelanja ke pasar Oyehe untuk membeli seragam sebam ibu-ibu Persit. Selesai berbelanja rencananya kami akan menuju Swalayan Alta di kota Nabire, namun ternyata Tuhan berkehandak lain. Masya Allah dalam sekedip mata bangunan bertingkat tiga didepan mata kami runtuh, sehingga kami terbanting, untunglah kami belum sempat masuk ke dalamnya, tenyata gempa kembali melanda kota Nabire dengan lebih kencang lagi. Ingatanku langsung tertuju kepada 3 orang buah hati kami yang sedang berada di sekolah dan suami yang sedang bekerja, seperti apa keadaan mereka? “Ya Allah lindungilah kami semua”, pintaku. Belum genap setahun di Nabire, kami telah mengalami 2 kali gempa dikota yang sama.

Dalam suasana hati tak menentu, kami semua pulang ke rumah. Sepanjang jalan terlihat rumah-rumah hancur dan terjadi kebakaran besar akibat kompor-kompor yang jatuh saat penduduk sedang memasak. Syukur saat kendaraan ke Makodim aku melihat orang-orang yang kukasihi suami dan anak-anakku sedang bergandengan tangan. Belakangan aku ketahui bahwa anak-anakku terjebak di dalam rumah saat gempa, tidak bisa keluar rumah, karena setiap pintu dibuka oleh anakku, maka segera tertutup sendiri akibat gempa, disisi lain suamiku yang tengah berada di kantor segera berlari sekencang-kencangnya ke rumah karena rumah kami tidak terlalu jauh dari kantor, walaupun sudah diingatkan oleh orang-orang untuk tiarap, namun tak dihiraukan oleh suamiku mengingat anak-anak kami masih berada dirumah, tidak sekali dua kali suami jatuh bangun saat berlari menuju rumah karena digoncang gempa yang sangat kuat. Saat suamiku tiba dirumah untungnya supir dinas kami yang bernama Praka Burhan telah berhasil mengeluarkan mereka, Ya Allah tak henti aku bersyukur karena Engkau telah melindungi kami sekeluarga. “Mau pulang ke Jawa, Mau pulang ke Jawa”, tak henti-hentinya anakku berteriak sambil menangis karena ketakutan mengingat kejadian yang menimpa mereka, kami harus sabar menghadapinya. Dengan cepat suamiku mencarikan tempat yang relatif aman dan teduh untuk kami semua, disekitar lapangan, jauh dari bangunan. Dengan kata-kata yang sedikit memaksa suamiku menegasakan agar aku tak beranjak dari sisi anak-anakku dan tetap menjaganya, karena suamiku harus harus segera beranjak meninjau daerah, sehubungan saat itu Dandim Letkol Inf Didied Pramudito sedang mengadakan kunjungan kerja ke Koramil 1705-05/Mulia di Kabupaten Puncak Jaya. “Ma, tinggallah dulu disini, jaga anak-anak, lakukan sebisanya untuk menenangkan mereka, saya harus meninjau kerusakan daerah, serta melakukan hal-hal yang perlu segera dikerjakan, anggota akan mengurus kebutuhan warga Kodim” , demikian pesan singkat suamiku. Rasa takut semakin menghantuiku karena anak-anak terus menangis. Namun bersama ibu-ibu Persit lainnya akhirnya kami dapat saling menenangkan diri. Kami melihat anggota Kodim dengan cepat membawa peralatan tenda lapangan dan fieldbed keluar dari Kodim, ternyata atas perintah suamiku untuk dipasang di RSUD Nabire guna membantu dalam pengobatan orang-orang yang luka parah. Suamiku diantaranya memeriksa keadaan Bupati Nabire, kediaman ibu Ketua Persit, Asrama Kodim, Polres, Yonif 753/AVT, sarana dan prasana yang rusak didaerah serta mendata kebutuhan yang harus segera diadakan agar penanganan kerusakan daerah dan korban masyarakat segera dapat ditangani, agar pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tidak lumpuh, seta melakukan koordinasi dengan instansi yang masih dapat dikerahkan seperti Yonif 753/AVT dan Polres Paniai, demikian cerita suamiku belakangan. Sekitar pukul 17.00 Wit suamiku kembali untuk menenangkan kami semua, tenda-tendapun telah dipasang untuk istirahat malam. Suami mengajak aku dan anak-anak untuk kembali meninjau asrama Kodim di Siriwini maupun di Kota Lama, untuk membesarkan hati para prajurit dan keluarganya, karena ada prajurit yang keluarganya meninggal tertimbun rumah, hal lain yang menyedihkan banyak diantara istri prajurit yang tengah ditinggal suami yang sedang bertugas di Koramil pedalaman, sehingga segala sesuatunya harus ditangani sendiri, namun rasa kekeluargaan yang kuat telah menguatkan mereka untuk saling membantu.

“Ma….., aku lapar” tiba-tiba terdengar anakku berkata mengiba, aku tersadar karena sejak gempa terjadi hingga malam hari pukul 24.00 Wit kami semua belum makan, karena tidak ada satupun penjual makanan ataupun yang menyiapkan makanan, semua serba darurat. Suamiku mencoba menyabarkan anak-anak. Baru pada pukul 01.00 dinihari kami dapat menyuapi anak-anak dengan mie instan buatan ibu Ketua kami, saat kami mengunjungi kediaman beliau. Selain itu ibu Ketua dengan cekatan memandikan anak-anakku dengan air hangat, kulihat lahap sekali mereka makan karena rasa lapar. Namun nasib kurang beruntung menimpa anakku yang terkecil, karena saat itu tidak ada air susu, kasihan engkau buah hatiku, tak tega rasanya Mama melihatmu menderita, tidak ada susu untuk menghalau haus dan laparmu, anakku terlelap sendiri karena letih, tak terasa menitik air mataku, maafkan mama, anakku.

Saat ini keadaan Nabire telah normal kembali, namun kami tetap harus waspada, karena sewaktu-waktu bencana dapat datang kembali, “Ya Allah semoga Engkau selalu bersama kami, hentikan cobaan yang menimpa kami”. Aku bagi cerita ini kepada para pembaca sekalian, terutama yang sempat merasakan penderitaan yang sama walau dalam kondisi yang berbeda, semoga kita semua tabah dan kuat menghadapi cobaanNYA.

Sebagai istri prajurit kami merasa berbangga hati dan bersyukur Karena dari beberapa cerita yang kami dengar maupun kami baca dikoran setempat sesudahnya, termasuk tentunya yang kami alami sendiri. Bahwa prajurit TNI selalu tampil terdepan untuk meolong sesama walapun toh para prajurit dan keluarganya juga turut menjadi korban.

By. Dian hari